Minggu, 06 September 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek LAU Melaksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek LAU Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Banua Kupang Kecamatan LAU Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu 6/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Suni seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek LAU di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Respons Cepat Polsek LAU Bersama Instansi Terkait Padamkan Titik Api di Pemangkih Seberang, Kapolres HST Apresiasi Sinergi Penanganan Karhutla




Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Jajaran Polres Hulu Sungai Tengah melalui Polsek Labuan Amas Utara menunjukkan respons cepat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu (6/9/2026). Tindakan sigap ini dilakukan berdasarkan pantauan aplikasi Sipongi yang mendeteksi adanya satu titik hotspot di wilayah Kecamatan Labuan Amas Utara.


Berdasarkan data akuisisi satelit SNPP dari NASA pada 6 September 2026 pukul 07.00 WIB, titik api dengan tingkat kepercayaan MID teridentifikasi berlokasi di Desa Pemangkih Seberang, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel gabungan yang dipimpin Kapolsek LAU segera bergerak ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pemadaman.


Personel yang dikerahkan dalam penanganan hotspot ini:


· Kapolsek LAU

· Aiptu Prabowo

· Bripka Eko H.

· Babinsa TNI

· BPBD HST

· Pambekal/Aparat Desa

· BPK

· Warga Masyarakat


Melalui kerja sama yang solid antarunsur, titik api berhasil dipadamkan dan statusnya terverifikasi sebagai "Api sudah padam". Kecepatan penanganan ini mencegah potensi meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap.


Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi atas kerja cepat personel Polsek LAU dan tim gabungan. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat merupakan kunci utama dalam meminimalisir dampak karhutla.


"Saya apresiasi respons cepat Polsek LAU dan seluruh unsur yang terlibat. Ini membuktikan kesiapan kita dalam memantau dan menindaklanjuti setiap potensi kebakaran hutan dan lahan. Penanganan yang sigap ini selaras dengan komitmen Polres HST yang telah memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan menghadapi musim kemarau," ujar AKBP Jupri.


Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mengingat penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Ia mengingatkan bahwa pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar terus digalakkan.


"Keberhasilan pemadaman ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum meluas," pungkas Kapolres.


Polres HST terus mengoptimalkan pemantauan melalui aplikasi Sipongi dan layanan Call Center 110 untuk memastikan setiap informasi kebakaran dapat segera direspons dan ditindaklanjuti .

Sabtu, 05 September 2026

Polda Kalsel Terjunkan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla Lebih Efektif*


*
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung peninjauan dan monitoring penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Pantau Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolda Kalsel didampingi oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta jajaran Kepala Dinas dari Pemprov Kalsel, mulai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian, BPBD, Diskominfo, hingga Dinas Sosial.

Langkah responsif Polda Kalsel dalam menciptakan cairan khusus pemadaman karhutla ini turut menyita perhatian nasional hingga diliput langsung oleh media nasional. Inovasi ini digadang-gadang menjadi jawaban atas sulitnya memadamkan bara api di lapisan dalam tanah gambut yang kerap memicu asap pekat selama musim kemarau.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa di lokasi Pos Pantau Pengayuan, petugas melakukan pengisian kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter yang dicampur dengan 120 liter biang larutan karhutla. Cairan tersebut kemudian disalurkan menggunakan sistem pipa undercooling yang dirancang khusus untuk menembus, mendinginkan, dan memadamkan bara api (subsurface fire) di kedalaman lahan gambut.

Cairan surfaktan ini diracik dan dimodifikasi langsung oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel agar presisi dengan karakter tipologi tanah gambut di wilayah Kalimantan Selatan. Sebelum diterapkan di lapangan, uji coba eksperimental telah berjalan selama 3 minggu dengan hasil yang dinilai sangat efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah.

Selain efektif memadamkan bara tersembunyi, lanjut Kapolda Kalsel, penggunaan larutan surfaktan ini terbukti mampu menghemat konsumsi air secara signifikan. Efisiensi ini menjadi solusi krusial bagi para petugas di lapangan yang kerap menghadapi krisis pasokan air saat puncak kemarau.

Strategi penempatan kolam-kolam bioflok di area dekat titik api juga memangkas jarak dan mempermudah akses pasokan air bagi tim pemadam. Polda Kalsel memastikan cairan surfaktan yang kini diproduksi secara massal tersebut akan segera didistribusikan ke seluruh jajaran tim pemadam kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui penerapan teknologi cairan inovatif ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan tuntas. Langkah nyata ini ditargetkan mampu memulihkan kualitas udara serta memastikan masyarakat Kalsel kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Pandawan Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Pandawan Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Palas Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu 5/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Jarkani seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Pandawan di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Kemarau Panjang, Polres HST Bersama PDAM Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Binjai Pemangkih



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Musim kemarau yang belum berakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Polres HST bersama PDAM Kabupaten HST bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Kali ini, bantuan air bersih disalurkan melalui Polsek Labuan Amas Utara (LAU) kepada warga Desa Binjai Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu (5/9/2026)

Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat kemarau panjang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek LAU IPDA Soleyas, S.H., personel Polsek LAU, Pembakal Desa Binjai Pemangkih, masyarakat Desa Binjai Pemangkih serta pihak PDAM Kabupaten HST.

Selain penyaluran air bersih, pemberian tandon air juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat dalam menyediakan tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air bersih.

Kapolres HST juga menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan tentunya berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Karena itu, Polres HST bersama PDAM Kabupaten HST terus berupaya hadir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan.

Penyaluran 4.000 liter air bersih serta pemberian tandon ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri untuk membantu meringankan beban masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Polres HST akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM dan pihak terkait lainnya untuk membantu masyarakat selama kondisi kemarau masih berlangsung,” ujar Kapolres HST.

Polres HST berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana kekeringan.

Polda Kalsel Kembangkan Cairan Pemadam Karhutla, Bara Api di Lahan Gambut Lebih Cepat Didinginkan*


*

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus mengembangkan cara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut. Salah satunya melalui pengembangan cairan pemadam berbasis surfaktan yang dipadukan dengan sistem pipa undercooling untuk memadamkan bara api di dalam tanah.

Pengembangan tersebut kembali diterapkan saat Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn.) Herman Hidayat, serta unsur Forkopimda meninjau penanganan karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya, dalam rapat konsolidasi, masing-masing posko penanganan karhutla memaparkan perkembangan di lapangan, termasuk hasil penanganan dan kendala yang masih dihadapi. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung penerapan cairan pemadam di lahan gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan, bahwa penggunaan cairan tersebut dapat membantu menghemat kebutuhan air dalam pemadaman karhutla.

“Dari hasil ini kita bisa melihat bahwa air yang digunakan untuk pemadaman khususnya di lahan gambut ini bisa efisien, dan cairan yang kita gunakan ini juga lebih efisien. Ini kita kembangkan,” ujar Kapolda.

Menurutnya, produksi cairan pemadam mulai ditingkatkan dengan melibatkan personel Brimob. Produksi dilakukan di Mako Brimob untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengembangan formula tersebut bermula dari cairan pemadam lahan gambut yang sebelumnya diperoleh Polda Kalsel melalui bantuan GAPKI dari Jepang. Kapolda kemudian meminta Bidlabfor Polda Kalsel mengurai kandungan cairan tersebut untuk mengetahui bahan utama yang digunakan.

Dari hasil penguraian itu, Labfor kemudian mengembangkan formula yang disesuaikan dengan kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa formula yang dikembangkan Labfor tersebut terus disesuaikan agar dapat digunakan secara efektif dalam penanganan karhutla di Kalsel.

Beliau menambahkan, produksi cairan akan terus ditingkatkan seiring dengan ketersediaan bahan baku. Polda Kalsel juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung pengiriman bahan baku dari luar Kalimantan Selatan.

“Mulai per hari ini kita sudah mengembangkan dalam jumlah yang cukup banyak. Kita sudah produksi, kita gunakan lapangan yang besar di Brimob,” ujar Kapolda.

Polda Kalsel bersama Pemprov Kalsel dan unsur terkait akan terus melakukan penanganan di titik-titik karhutla, sekaligus mengembangkan metode pemadaman yang lebih efektif dan efisien untuk kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, AKP Amel dari Bidlabfor Polda Kalsel menjelaskan, dari satu ton bahan baku utama dapat dihasilkan sekitar 4.700 liter konsentrat. Konsentrat tersebut digunakan dengan perbandingan 1 liter konsentrat dicampur dengan 100 liter air.

Dengan jumlah tersebut, 4.700 liter konsentrat dapat digunakan untuk sekitar 470.000 liter air.

“Prinsip kerjanya adalah konsentrat kami itu nantinya kalau disemprotkan itu mengeluarkan busa. Nah, konsentrat itu juga mengandung surfaktan, yang di mana surfaktan ini bisa memutus suplai rantai oksigen sehingga bara api itu di dalam bisa langsung dingin dan langsung padam,” jelas AKP Amel.

Cairan tersebut diterapkan dengan sistem pemadaman dari permukaan dan bawah tanah. Untuk bara yang berada di dalam gambut, cairan dapat dialirkan melalui sistem pipa undercooling agar menjangkau bagian tanah yang masih menyimpan panas.

Dari sisi bahan, Bidlabfor Polda Kalsel menyebut surfaktan yang digunakan ramah lingkungan dan diharapkan tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi di lahan yang ditangani.

Penerapan di lapangan juga dipantau menggunakan drone thermal untuk mengetahui titik panas yang masih berada di bawah permukaan.

Dalam penerapan sebelumnya di lokasi yang sama, cairan pemadam telah disemprotkan pada lahan gambut. Dua hari setelah penyemprotan, menurut Labfor, tidak terlihat kembali asap dari titik yang telah ditangani.

Wamenko Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. mengapresiasi langkah Polda Kalsel dalam mengembangkan formula tersebut. Menurutnya, ada dua hal penting dalam penanganan karhutla, yakni mengetahui lokasi inti api dan menemukan cara yang tepat untuk memadamkannya.

“Kita tentu sangat mengapresiasi dua teknologi utama. Pertama, mencari inti api. Jadi, setiap kebakaran itu yang paling utama mendapatkan di mana inti api itu berada. Kedua, bagaimana menaklukkan inti api,” ujar Hanif.

Ia menyebut keterbatasan air menjadi salah satu persoalan dalam penanganan karhutla. Karena itu, penggunaan cairan yang dapat membantu membuat pemadaman lebih efisien dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Wamenko Pangan juga mendorong agar formula tersebut dapat dikembangkan dalam skala lebih besar dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ia juga meminta agar inovasi yang dikembangkan tim Polda Kalsel mendapat perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Dalam rapat tadi, kita semua sepakat semua tim lapangan akan mencoba mendetilkan operasional yang telah dilakukan Pak Kapolda ini, kemudian mengimplementasikan pada tahap berikutnya,” katanya.

Jumat, 04 September 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Batu Benawa Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Batu  Benawa Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Paya Kecamatan Bat Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jum'at 4/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Apat seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Batu Benawa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.