Sabtu, 05 September 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Pandawan Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Pandawan Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Palas Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu 5/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Jarkani seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Pandawan di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Kemarau Panjang, Polres HST Bersama PDAM Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Binjai Pemangkih



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Musim kemarau yang belum berakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Polres HST bersama PDAM Kabupaten HST bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Kali ini, bantuan air bersih disalurkan melalui Polsek Labuan Amas Utara (LAU) kepada warga Desa Binjai Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu (5/9/2026)

Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat kemarau panjang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek LAU IPDA Soleyas, S.H., personel Polsek LAU, Pembakal Desa Binjai Pemangkih, masyarakat Desa Binjai Pemangkih serta pihak PDAM Kabupaten HST.

Selain penyaluran air bersih, pemberian tandon air juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat dalam menyediakan tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air bersih.

Kapolres HST juga menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan tentunya berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Karena itu, Polres HST bersama PDAM Kabupaten HST terus berupaya hadir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan.

Penyaluran 4.000 liter air bersih serta pemberian tandon ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri untuk membantu meringankan beban masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Polres HST akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM dan pihak terkait lainnya untuk membantu masyarakat selama kondisi kemarau masih berlangsung,” ujar Kapolres HST.

Polres HST berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana kekeringan.

Polda Kalsel Kembangkan Cairan Pemadam Karhutla, Bara Api di Lahan Gambut Lebih Cepat Didinginkan*


*

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus mengembangkan cara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut. Salah satunya melalui pengembangan cairan pemadam berbasis surfaktan yang dipadukan dengan sistem pipa undercooling untuk memadamkan bara api di dalam tanah.

Pengembangan tersebut kembali diterapkan saat Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn.) Herman Hidayat, serta unsur Forkopimda meninjau penanganan karhutla di Pos Pantau Pengayuan, Kota Banjarbaru, Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya, dalam rapat konsolidasi, masing-masing posko penanganan karhutla memaparkan perkembangan di lapangan, termasuk hasil penanganan dan kendala yang masih dihadapi. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung penerapan cairan pemadam di lahan gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan, bahwa penggunaan cairan tersebut dapat membantu menghemat kebutuhan air dalam pemadaman karhutla.

“Dari hasil ini kita bisa melihat bahwa air yang digunakan untuk pemadaman khususnya di lahan gambut ini bisa efisien, dan cairan yang kita gunakan ini juga lebih efisien. Ini kita kembangkan,” ujar Kapolda.

Menurutnya, produksi cairan pemadam mulai ditingkatkan dengan melibatkan personel Brimob. Produksi dilakukan di Mako Brimob untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengembangan formula tersebut bermula dari cairan pemadam lahan gambut yang sebelumnya diperoleh Polda Kalsel melalui bantuan GAPKI dari Jepang. Kapolda kemudian meminta Bidlabfor Polda Kalsel mengurai kandungan cairan tersebut untuk mengetahui bahan utama yang digunakan.

Dari hasil penguraian itu, Labfor kemudian mengembangkan formula yang disesuaikan dengan kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa formula yang dikembangkan Labfor tersebut terus disesuaikan agar dapat digunakan secara efektif dalam penanganan karhutla di Kalsel.

Beliau menambahkan, produksi cairan akan terus ditingkatkan seiring dengan ketersediaan bahan baku. Polda Kalsel juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung pengiriman bahan baku dari luar Kalimantan Selatan.

“Mulai per hari ini kita sudah mengembangkan dalam jumlah yang cukup banyak. Kita sudah produksi, kita gunakan lapangan yang besar di Brimob,” ujar Kapolda.

Polda Kalsel bersama Pemprov Kalsel dan unsur terkait akan terus melakukan penanganan di titik-titik karhutla, sekaligus mengembangkan metode pemadaman yang lebih efektif dan efisien untuk kondisi lahan gambut di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, AKP Amel dari Bidlabfor Polda Kalsel menjelaskan, dari satu ton bahan baku utama dapat dihasilkan sekitar 4.700 liter konsentrat. Konsentrat tersebut digunakan dengan perbandingan 1 liter konsentrat dicampur dengan 100 liter air.

Dengan jumlah tersebut, 4.700 liter konsentrat dapat digunakan untuk sekitar 470.000 liter air.

“Prinsip kerjanya adalah konsentrat kami itu nantinya kalau disemprotkan itu mengeluarkan busa. Nah, konsentrat itu juga mengandung surfaktan, yang di mana surfaktan ini bisa memutus suplai rantai oksigen sehingga bara api itu di dalam bisa langsung dingin dan langsung padam,” jelas AKP Amel.

Cairan tersebut diterapkan dengan sistem pemadaman dari permukaan dan bawah tanah. Untuk bara yang berada di dalam gambut, cairan dapat dialirkan melalui sistem pipa undercooling agar menjangkau bagian tanah yang masih menyimpan panas.

Dari sisi bahan, Bidlabfor Polda Kalsel menyebut surfaktan yang digunakan ramah lingkungan dan diharapkan tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi di lahan yang ditangani.

Penerapan di lapangan juga dipantau menggunakan drone thermal untuk mengetahui titik panas yang masih berada di bawah permukaan.

Dalam penerapan sebelumnya di lokasi yang sama, cairan pemadam telah disemprotkan pada lahan gambut. Dua hari setelah penyemprotan, menurut Labfor, tidak terlihat kembali asap dari titik yang telah ditangani.

Wamenko Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. mengapresiasi langkah Polda Kalsel dalam mengembangkan formula tersebut. Menurutnya, ada dua hal penting dalam penanganan karhutla, yakni mengetahui lokasi inti api dan menemukan cara yang tepat untuk memadamkannya.

“Kita tentu sangat mengapresiasi dua teknologi utama. Pertama, mencari inti api. Jadi, setiap kebakaran itu yang paling utama mendapatkan di mana inti api itu berada. Kedua, bagaimana menaklukkan inti api,” ujar Hanif.

Ia menyebut keterbatasan air menjadi salah satu persoalan dalam penanganan karhutla. Karena itu, penggunaan cairan yang dapat membantu membuat pemadaman lebih efisien dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Wamenko Pangan juga mendorong agar formula tersebut dapat dikembangkan dalam skala lebih besar dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ia juga meminta agar inovasi yang dikembangkan tim Polda Kalsel mendapat perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Dalam rapat tadi, kita semua sepakat semua tim lapangan akan mencoba mendetilkan operasional yang telah dilakukan Pak Kapolda ini, kemudian mengimplementasikan pada tahap berikutnya,” katanya.

Jumat, 04 September 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Batu Benawa Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Batu  Benawa Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Paya Kecamatan Bat Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jum'at 4/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Apat seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Batu Benawa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Kamis, 03 September 2026

Polda Kalsel Gelar Rakor Karhutla, Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut*


*

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama unsur Forkopimda, TNI, BPBD, instansi terkait, serta perwakilan relawan di Kalimantan Selatan, Kamis (3/8/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Rupatama Polda Kalsel Banjarbaru ini digelar guna merespons kondisi karhutla di wilayah Kalsel yang belum juga mereda setelah berlangsung lebih dari satu bulan dan telah menghasilkan kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan pentingnya terobosan baru untuk mengatasi hambatan di lapangan. Selama satu bulan penuh, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan telah bekerja keras, namun kendala teknis terutama pada area lahan gambut membuat progres pemadaman berjalan lambat dan menguras tenaga petugas.

Guna mempercepat penanganan, Polda Kalsel memperkenalkan beberapa inovasi strategi pemadaman yang telah diuji coba di lapangan:

- Kolam Portable dan Sistem Estapet Air: Untuk mengatasi krisis sumber air di lokasi kebakaran yang jauh dari akses utama, petugas membuat kolam-kolam penampungan air bioflok berkapasitas 12.000 liter. Kolam ini dibuat secara berantai setiap 200 hingga 250 meter menuju titik api di tengah lahan.
- Penyuntikan Lahan Gambut: Petugas memperbanyak pipa khusus untuk menyuntikkan air dan cairan pemadam langsung ke dalam lapisan tanah gambut. Metode ini efektif menembus titik api bawah tanah (ground fire) yang suhunya dapat mencapai 150°C hingga 160°C.
- Penggunaan Cairan Surfaktan Khusus: Mengembangkan cairan pemadam berbasis Surfaktan ramah lingkungan hasil formulasi Bidlabfor Polda Kalsel. Cairan ini dicampur dengan air (rasio 1:100) untuk menghasilkan busa yang bertahan lama guna memotong suplai oksigen ke dalam tanah gambut dan menahan penguapan air hingga 50%.
- Pemantauan Drone Thermal: Mengoptimalkan penggunaan teknologi drone thermal untuk memetakan sebaran suhu panas secara akurat serta memverifikasi hasil pemadaman di lapangan.

Uji coba penggunaan cairan pemadam dan teknik penyuntikan tanah telah dilakukan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Pengayuan dan Guntung Damar. Hasil pemantauan drone thermal menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan serta hilangnya titik asap di lokasi tersebut.

Secara ekonomis, cairan pemadam ini memiliki Harga Pokok Production (HPP) berkisar antara Rp.14.800 hingga Rp.18.000 per liter. Penggunaan cairan ini diklaim mampu menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan metode pemadaman konvensional.

Saat ini, Polda Kalsel tengah mendatangkan bahan baku tambahan sebanyak beberapa ton dari Surabaya dan Jakarta. Setelah seluruh bahan baku tiba dan siap diproses oleh Bidlabfor, Polda Kalsel merencanakan aksi pemadaman berskala lebih luas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Wilayah prioritas penanganan mencakup Muara Layuh, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Batola.

Kapolda Kalsel juga dijadwalkan menyampaikan laporan terkait hasil uji coba dan formulasi penanganan karhutla ini kepada Kapolri dan Wakapolri, serta menghadiri rapat koordinasi bersama Kemenko Polkam untuk mendukung penanganan karhutla di tingkat nasional.

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Pandawan Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Pandawan Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani Jagung dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Pandawan Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis 3/9/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Arul seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman jagung di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Pandawan di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Rabu, 02 September 2026

Polda Kalsel Terapkan Inovasi Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut*


*
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lahan gambut Desa Pengayuan, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Rabu (2/9/2026) sore. Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel, peninjauan lapangan ini berfokus pada evaluasi dan kelanjutan pemadaman intensif menggunakan taktik penyuntikan pipa undercooling yang dikombinasikan dengan cairan inovasi berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES).

Penerapan metode baru tersebut menunjukkan performa yang memuaskan. Area terdampak yang semula memicu kepulannya asap tebal berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Api di permukaan padam total, sementara suhu bara di kedalaman tanah gambut turun secara drastis.

Keberhasilan metode ini terbukti secara saintifik melalui pemantauan drone thermal di lokasi. Pada titik awal penancapan pipa, terdeteksi suhu tanah gambut ekstrem mencapai 120°C. Setelah dilakukan penyemprotan pembasahan permukaan dan penginjeksian cairan surfaktan nabati buatan Bidlabfor Polda Kalsel tersebut selama 1 menit, suhu di dalam tanah anjlok ke kisaran 30°C-an. Penurunan suhu yang cepat ini menjadi indikator kuat tingginya efektivitas inovasi tersebut dalam memadamkan bara api bawah tanah.

Di lokasi aksi, Kapolda Kalsel bersama Gubernur Kalsel dan unsur Forkopimda turun langsung mengoperasikan perlengkapan pemadaman melalui dua skema taktis:

- Penyuntikan/Injeksi Gambut (Subsurface Fire): Pemadaman titik api bawah permukaan dilakukan melalui pengeboran tanah dan penancapan pipa undercooling berlubang hingga menembus lapisan dalam tanah gambut, dilanjutkan penginjeksian cairan surfaktan MES secara langsung ke pusat titik bara api tersembunyi.
- Penyemprotan Permukaan (Surface Fire): Penyemprotan cairan pemadam secara merata di permukaan lahan gambut yang terbakar guna memutus suplai oksigen dan meminimalkan kontak bahan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Cairan surfaktan MES berbahan dasar minyak nabati ramah lingkungan (eco-friendly) ini terbukti memiliki daya penetrasi yang jauh lebih cepat dan mendalam dibanding air biasa atau detergen. Inovasi ini bekerja mempercepat efek pendinginan (cooling effect), mematikan sisa bara tersembunyi penyebab asap berkelanjutan (smoldering fire), mencegah potensi kebakaran ulang (re-ignition), serta lebih hemat biaya.

Melihat efektivitas signifikan di Desa Pengayuan, Kapolda Kalsel menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk segera memproduksi massal formula cairan pemadam ini. Selain itu, penyiapan standarisasi sistem pipa undercooling juga diperintahkan agar dapat diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah taktis ini menegaskan komitmen penuh Polda Kalsel bersama Pemprov dan Forkopimda Kalsel dalam mempercepat penanggulangan bencana karhutla secara berkelanjutan.