Rabu, 20 Mei 2026

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama*


*

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap

Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital

Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi

Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini

Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

Penuh Khidmat, Kapolres HST Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolres HST Jupri JHP Tampubolon, Rabu (20/05/2026) pukul 08.00 WITA bertempat di halaman Mako Polres HST.Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Wakapolres HST, para Pejabat Utama Polres HST, para Kapolsek jajaran Polres HST, anggota Bintara serta ASN Polres HST, dan anggota Polsek jajaran Polres HST.Dalam kesempatan tersebut, Kapolres HST membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menekankan pentingnya semangat kebangkitan nasional sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong, serta menghadapi tantangan perkembangan zaman dan transformasi digital menuju Indonesia yang lebih maju.Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres HST untuk terus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa.Kapolres HST Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si mengatakan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.“Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita diingatkan untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan disiplin, serta memperkuat semangat pengabdian dalam melayani masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres HST.

Senin, 18 Mei 2026

Kapolres HST dan Dandim 1002/HST Tinjau Banjir di Barabai, Salurkan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir, Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si bersama Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres HST meninjau langsung kondisi banjir di Desa Muntiraya dan Kelurahan Barabai Darat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (18/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres HST dan Dandim 1002/HST menyambangi warga terdampak banjir untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan, serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah musibah yang melanda.

Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada warga, TNI-Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1 ton beras yang diserahkan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir guna membantu meringankan beban warga.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga serta tidak panik. Ikuti arahan petugas di lapangan dan segera melapor apabila memerlukan bantuan,” tegas Kapolres.

Kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga yang merasa terbantu atas perhatian dan bantuan yang diberikan di tengah situasi banjir.

Sementara itu, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar menyampaikan bahwa sinergitas TNI dan Polri akan terus dilakukan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana alam.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga tetap aman serta memberikan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan banjir ini,” ujarnya.

Kapolda Kalsel Pimpin Pembukaan Latihan Kemampuan Pelopor Sat Brimob 2026: Membentuk Mental Baja Pasukan Elite*


*
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., secara resmi memimpin Upacara Pembukaan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Sat Brimob Polda Kalsel Tahun 2026. Upacara khidmat ini berlangsung di Lapangan Makosat Brimob Polda Kalsel, Senin (18/5/2026) pukul 08.00 WITA.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, serta sejumlah pimpinan kewilayahan di antaranya Plh Kapolresta Banjarmasin, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar, Kapolres Tala, dan Kapolres Batola.

Latihan yang dijadwalkan berlangsung selama delapan hari ke depan ini diikuti oleh 216 personel pilihan Sat Brimob Polda Kalsel. Selama masa pelatihan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi krusial, antara lain:

- Sejarah Korps Brimob, tugas pokok, serta fungsi pelopor.
- Tuntunan sikap dan perilaku pelopor.
- Kemampuan teknis seperti Grand Attrack Ground (GAG), sandi, dan Combat Medic.
- Simulasi Penanganan Huru-Hara (PHH) dan Navigasi Darat.
- Drill pertempuran hingga latihan Basis Operasi Depan (BOD).

Menariknya, sinergitas antarlini juga ditonjolkan dalam latihan ini. Para Kapolres/ta jajaran Polda Kalsel dijadwalkan bergabung pada hari ke-7, sementara para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel akan turut serta pada hari ke-8 sebagai bentuk dukungan dan penguatan soliditas internal.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam amanatnya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan proses besar untuk membentuk mental, karakter, disiplin, loyalitas, serta jiwa juang seorang pelopor sejati.

"Brimob adalah pasukan elite yang dibentuk untuk menghadapi tantangan dan situasi berbahaya demi memberikan perlindungan kepada masyarakat. Brimob bukan tempat untuk mencari kenyamanan," tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan tugas Korps Korps Baret Biru ini tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan lahir dari soliditas tim, rasa saling percaya, kekompakan, dan jiwa korsa yang kuat.

Menutup arahannya, Kapolda menginstruksikan kepada seluruh peserta dan instruktur agar tetap mengutamakan faktor keamanan (safety), keselamatan, dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) selama latihan berlangsung.

Semangat para peserta pun dibakar dengan penanaman semboyan legendaris Korps Brimob Polri "Sekali melangkah pantang menyerah, Sekali tampil harus berhasil, Jiwaraga kami demi kemanusiaan."

Minggu, 17 Mei 2026

Panen Raya Jagung Bersama Presiden Prabowo, Petani Optimistis Swasembada Pangan Tercapai*


*
Tuban - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II dan _Groundbreaking_ 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta _launching_ operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, disambut antusias oleh para petani dan kelompok tani setempat. Kehadiran Presiden dinilai membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani, termasuk petani hutan di wilayah Tuban.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri, mengaku senang atas kunjungan Presiden Prabowo ke wilayahnya yang menurutnya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat tani setempat. “Kalau Pak Presiden Prabowo ke sini, saya melihatnya sangat-sangat senang. Karena tidak pernah dikunjungi Pak Presiden di wilayah kami, baru ini, saya sangat semangat dan senang,” ujar Tasmuri.

Tasmuri menilai kebijakan pemerintah saat ini mulai dirasakan petani, terutama terkait kemudahan memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. “Kalau sekarang banyak perubahan. Kalau dulu, masalah pupuk, tetap pupuk yang diandalkan petani. Yang dulu sangat sulit, ngantri-ngantri. Ada perubahan, (oleh) Pak Prabowo harganya diturunkan. Yang dulu lebih mahal, sekarang turun dan pelayanannya sangat sederhana, ya, mudah dicari,” tuturnya.

Poktan Ngudi Makmur sendiri mengelola lahan seluas 631,7 hektare dengan sekitar 750 petani penggarap. Meski kondisi pupuk dinilai makin membaik, Tasmuri berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan pengeboran air untuk irigasi karena wilayah pertanian mereka masih sangat bergantung pada hujan.

“Karena di sini, wilayah saya ini kan kalau kadang tidak ada hujan, sudah gagal yang panen kedua. Itu petani rugi sangat besar, karena jagungnya tidak bisa jadi,” ungkapnya.

Selain persoalan irigasi, Tasmuri juga mengapresiasi membaiknya harga jual jagung yang kini mencapai lebih dari Rp6.000 per kilogram dan dinilai mampu membantu petani menutup biaya produksi.

“Kalau jual hasil tani, alhamdulillah sudah baik. Dulu harga jagung hanya Rp3.800-Rp4.000. Tapi sekarang sampai 6 (ribu) lebih. Sekarang sampai 6 (ribu) lebih, Rp6.200 per kilo. Berarti petani sangat gembira, karena biayanya banyak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Sudarlim, berharap kehadiran Presiden dapat membawa perhatian lebih bagi petani hutan. “Kami petani hutan itu 90 persen di Tuban itu menanam jagung, harapannya ke depannya bisa mendapat perhatian yang lebih atau paling tidak sama dengan petani yang ada di luar kawasan hutan,” ujar Sudarlim.

Sudarlim juga menilai kondisi pupuk mulai membaik. Di sisi lain, ia berharap pemerintah memberikan dukungan fasilitas pascapanen seperti alat pengering agar petani dapat memenuhi standar Bulog dan memperoleh harga jual maksimal.

“Yang kita harapkan ada fasilitas untuk proses pengolahannya pascapanen, sehingga kita bisa mengakses Bulog dan mendapatkan harga maksimal,” tuturnya.

Sudarlim juga optimistis program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

“Dengan kehadiran Pak Presiden, saya optimis kesejahteraan petani, bukan hanya petani hutan, tapi program swasembada pangan yang dicanangkan beliau akan sukses,” tuturnya.

Selain fasilitas pascapanen, Sudarlim berharap pemerintah dapat membantu pembangunan irigasi atau sumur dalam agar petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan mengurangi risiko gagal panen. Menutup keterangannya, Sudarlim menyampaikan doa bagi kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Saya doakan sukses selalu Pak Prabowo dalam memimpin negara kita tercinta Indonesia, sebagai anugerah terbesar dari Yang Maha Esa, dengan adanya zamrud katulistiwa yang ada di negara kita. Itu anugerah terbesar Pak,” tandasnya.

Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kedaulatan Bangsa*


*

Tuban - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara pada acara panen raya jagung serentak kuartal II dan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui sinergi berbagai program strategis pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan desa nelayan yang didukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan nasional.

“Dengan Koperasi Merah Putih, MBG, Desa Nelayan ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh perikanan kita, produksi pangan kita aman. Aman karbohidrat, aman protein, aman ternak. Jagung strategis untuk pakan ternak. Jadi kedaulatan kita terjaga dan diamankan,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa program MBG akan terus dilanjutkan karena memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, Kepala Negara mengingatkan agar pelaksanaannya dilakukan secara tertib dan bebas dari penyelewengan.

“MBG akan kita teruskan, tapi kita harus tertibkan ke dalam. Tidak boleh ada penyelewengan karena MBG begitu penting, begitu strategis untuk rakyat,” imbuh Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut mengapresiasi langkah Polri dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional melalui pembangunan gudang ketahanan pangan dan pengoperasian SPPG di berbagai daerah. Presiden Prabowo mengatakan bahwa keberadaan fasilitas tersebut akan mendukung stabilitas pasokan pangan sekaligus pemenuhan gizi masyarakat.

“Groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan ditambah yang 18 sudah kau bangun, luar biasa. Launching Operasional 166 SPPG baru juga terima kasih. Sehingga saudara nanti akan berperan penting,” tutur Presiden Prabowo.

Selain memperkuat ketahanan pangan, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus memperbaiki fasilitas pendidikan, memperluas Sekolah Rakyat, hingga menghadirkan teknologi pembelajaran digital di seluruh sekolah Indonesia agar seluruh anak bangsa memiliki kesempatan belajar yang setara.

“Kita bertekad untuk memperbaiki seluruh sekolah Indonesia untuk anak-anak rakyat kita. Kita bertekad semua anaknya orang yang paling lemah bisa sekolah dengan baik. Kita bangun sekolah rakyat. Kalau tidak salah di Tuban sudah ada sekolah rakyat. Akan kita tingkatkan jumlahnya dan kemampuannya,” pungkas Kepala Negara.

Sabtu, 16 Mei 2026

Polda Kalsel Panen 4 Ton Jagung di Bati-Bati Tanah Laut*


*
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan kegiatan panen raya serentak yang terhubung di seluruh wilayah Indonesia. Selain panen raya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) gudang pangan Polri serta peresmian operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam rangka mendukung program Presiden RI.

Panen raya serentak yang berpusat di Tuban, Provinsi Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Kapolri. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, kepolisian setempat memusatkan kegiatan tersebut di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Di lokasi ini, lahan jagung yang dipanen pada Sabtu (16/5/2026) mencapai luas sekitar 5 hektar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, terkait hasil produktivitas, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa rata-rata hasil panen jagung di wilayah Tanah Laut saat ini minimal mencapai 4 ton per hektar. Kendati demikian, pihaknya optimis hasil tersebut dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Terlebih lagi, wilayah Tanah Laut ke depannya akan ditetapkan sebagai sentra jagung daerah.

"Kita masih terus melakukan perluasan lahan untuk meningkatkan produksi. Langkah yang diambil bukan hanya sekadar memperluas area, tetapi juga melakukan riset terkait bibit dan pupuk terbaik agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal," ujar Wakapolda Kalsel saat memberikan keterangan kepada media.

Menanggapi kekhawatiran petani mengenai potensi penurunan harga saat panen melimpah, pihak kepolisian menegaskan bahwa Pemerintah Daerah telah mengambil langkah strategis. Melalui Keputusan Gubernur, telah ditetapkan tabel rafraksi yang berfungsi sebagai acuan stabilisasi harga jagung di tingkat petinggi maupun pembeli (offtaker).

Berdasarkan tabel rafraksi tersebut, harga jagung pipil basah dengan kadar air berkisar antara 28% hingga 35% ditetapkan dan dihargai sekitar Rp4.000 per kilogram. Sementara itu, untuk jagung dengan kadar air yang lebih kering (sekitar 18% hingga 20%), harganya ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga dan melindungi kesejahteraan para petani jagung di wilayah Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasiren Korem 101/Antasari, Subkoordukmin Ops Binda Kalsel, Kadislog Lanud Syamsudin Noor, Kaur Litkrim Lanal Banjarmasin, Wakil Bupati Tanah Laut, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, Kapolres Tanah Laut, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong, dan Rektor ULM Banjarmasin.

Selain itu turut hadir juga Perwakilan SKPD Provinsi Kalsel, Kepala BPTPH Provinsi Kalsel, Perwakilan Divisi Regional Bulog Provinsi Kalsel, Kepala BPS Provinsi Kalsel, Kepala Bulog Kabupaten Banjar, Forkopimda Kabupaten Tanah Laut, Direktur Politeknik Tanah Laut, Forkopimcam Bati-Bati, Pimpinan PT Inhutani, Ketua PP Polri, Pimpinan PT Japfa, Pimpinan PT Charoen Pokphand, Pimpinan SKPD Kabupaten Tanah Laut, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Tanah Laut, Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanah Laut, HKTI Cabang Tanah Laut, dan Kelompok Tani.