Jumat, 19 Juni 2026

Anggota Polsek Pandawan Aktif Lakukan Pendampingan Kepada Petani Cabe Warga Binaannya


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Pandawan Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani Cabe dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Setiap Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jum'at 19/6/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Irwan seluas 20 x 20 m yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabe di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Pandawan di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.

Polda Kalsel Sita 128 Kg Sabu Senilai Rp.231 Miliar, Lima Tersangka Jaringan Internasional Ditangkap*


*

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah fantastis. Sebanyak lebih dari 128.705,17 Gram (128 Kg) sabu-sabu berhasil disita dari hasil operasi yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 8 Juni hingga 12 Juni 2026.

Selain mengamankan barang bukti senilai ratusan miliar rupiah, polisi juga membekuk lima orang tersangka yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi dan internasional.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kalsel.

"Dari pengungkapan narkoba ini, di depan ini kita saksikan ada 128 kilogram sabu-sabu yang berhasil ditangkap dan disita dari lima orang tersangka," ujar Kapolda Kalsel dalam Konferensi Pers narkoba di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan hasil pengembangan Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono,, S.I.K., M.M. dan anggota, kelima tersangka yang diamankan berasal dari wilayah yang berbeda. Satu tersangka diketahui berasal dari Palembang, satu orang dari Depok, dan tiga orang lainnya merupakan warga lokal Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan Batola).

Jaringan ini peredarannya cukup panjang dan berliku dengan memanfaatkan jalur antar pulau. Para pelaku yang masing-masing berinisial JR, RA, MA, JA, dan SU tersebut bergerak melalui rute Pengandaran - Tasikmalaya - Bandung - Kemudian dibawa menyeberang melalui Surabaya Hingga akhirnya tiba di Banjarmasin.

Polisi melakukan penyergapan di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpisah di Kalimantan Selatan, yaitu Kawasan Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, dua lokasi (TKP) di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, dan Area parkiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin.

Kapolda Kalsel menjelaskan, jika dikonversikan ke dalam nilai ekonomi, barang bukti sabu seberat 128 kilogram tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp.231 miliar.

Meski nilai nominalnya sangat besar, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan ini jauh lebih bermakna dari sekadar angka materi, melainkan tentang masa depan generasi muda.

"Hari ini kita mengungkap 128 kilogram narkotika. Namun yang lebih penting lagi adalah kita menyelamatkan ratusan ribu anak bangsa, ratusan ribu masyarakat Kalimantan Selatan," tuturnya.

Pengungkapan besar ini menjadi alarm bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi target utama jalur distribusi dan pasar peredaran narkoba skala besar. Merespons hal tersebut, Kapolda Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bahu-bahu menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

"Kami dari Polda Kalimantan Selatan akan terus mengungkap, menangkap, menindak tegas, dan tidak akan memberikan ruangan sekecil apa pun untuk peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Selatan. Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti," pungkas Kapolda.

Kamis, 18 Juni 2026

Menuju Kalsel Zero Over Dimension dan Over Loading 2027: Langkah Bersama Amankan Jalan dan Logistik*


*

Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Seminar Nasional bertajuk "Formulasi Kebijakan Dan Inovasi Teknologi Akselerasi Transformasi Logistik Zero Over Dimension & Over Loading Kalimantan Selatan Tahun 2027", pada Rabu (17/6/2026). Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai salah satu pintu gerbang logistik di Pulau Kalimantan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Universitas Lambung Mangkurat dan Pusat Studi Kepolisian atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, regulasi mengenai batasan dimensi dan muatan kendaraan sebenarnya sudah digodok sejak tahun 2009, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.

Guna menjawab persoalan lalu lintas dan transformasi logistik yang kian kompleks, Kapolda menekankan pentingnya pendekatan akademis yang komprehensif dan multi disiplin.

"Pendekatan akademis ini sangat penting karena melibatkan seluruh dimensi dan stakeholder—mulai dari pelaku usaha, masyarakat, pengguna jalan, hingga pemerintah. Seminar ini menjadi ruang evaluasi bagi kami, khususnya jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, untuk membangun komitmen bersama dalam menegakkan aturan demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan," tegas Kapolda.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM, Hj. Rahmida Erliyani mengungkapkan bahwa mobilitas pengangkutan barang menuju wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur sebagian besar bertumpu pada jalur Kalsel. Namun, kondisi ini membawa tantangan besar. Berdasarkan laporan dari Polda Kalsel, maraknya armada bermuatan lebih (over loading) maupun yang melanggar dimensi standar (over dimension) memicu tingginya angka kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan.

"Melalui seminar nasional ini, kami mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan keselamatan berkendara dan menjaga keawetan infrastruktur jalan. Diperlukan kebersamaan dari seluruh stakeholder terkait agar target pemerintah secara nasional untuk mencapai 'Zero Over Dimension dan Over Loading' dapat terwujud pada tahun 2027 mendatang," ujar Hj. Rahmida.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si. juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas sinergi yang terus terjalin dalam merumuskan kebijakan serta inovasi teknologi transportasi.

Ia menjelaskan bahwa misi menuju Zero Over Dimension dan Over Loading bukan sekadar pembatasan muatan, melainkan upaya menciptakan efisiensi menyeluruh, baik pada aspek infrastruktur, sarana transportasi, maupun tingkat kepatuhan hukum.

"Jika aturan ini ditegakkan dengan baik, maka akan tercipta iklim usaha yang kondusif. Angka kecelakaan bisa kita tekan seminimal mungkin, umur kendaraan menjadi lebih panjang, dan usia pakai jalan pun lebih awet," papar Rektor ULM.

Pihak universitas berharap seminar nasional ini dapat menyamakan persepsi dan memberikan edukasi yang kuat bagi seluruh pihak, sehingga transformasi logistik di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih aman, efisien, dan bebas dari pelanggaran Over Dimension dan Over Loading di masa depan.

Sukses Program Swasembada Ketahanan Pangan, Polsek Batara Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Jagung

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Batara Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani Jagung dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Awang Baru Kecamatan Batara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis 18/6/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Mahmud seluas 20 x 20 m yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman Jagung di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Batara di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres HST Gelar Bakti Kesehatan, Bakti Sosial, Pasar Murah dan Distribusi Air Bersih Serta Bedah Rumah untuk Masyarakat



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Bakti Kesehatan, Bakti Sosial, Pasar Murah, dan pendistribusian air bersih serta bedah rumah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat". Kegiatan berlangsung di Mako Polres HST dan sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang HST Ny. Mei Jupri, para Pejabat Utama Polres HST, anggota Polres HST, serta melibatkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten HST, Rumah Sakit H. Damanhuri Barabai, dan Dinas Kesehatan Kabupaten HST.

Berbagai pelayanan diberikan kepada masyarakat secara gratis sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Pada kegiatan bakti kesehatan, sebanyak 193 anak mengikuti khitanan massal, sementara kegiatan donor darah berhasil mengumpulkan 131 kantong darah dari anggota Polres HST. Selain itu, sebanyak 100 orang masyarakat mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Tidak hanya itu, Polres HST juga menggelar pasar murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan air bersih, Polres HST juga melaksanakan pendistribusian air bersih kepada warga Desa Pandanu RT 004 RW 003 Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa melalui kegiatan bakti kesehatan, bakti sosial, pasar murah dan pendistribusian air bersih serta bedah rumah ini kami ingin hadir lebih dekat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hari Bhayangkara ke-80 bukan hanya menjadi momentum perayaan bagi Polri, tetapi juga momentum untuk meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat."

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten HST, Rumah Sakit H. Damanhuri Barabai, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu masyarakat dan semakin mempererat sinergi serta kepercayaan masyarakat kepada Polri."

"Sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, yaitu '80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat', kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi dan kebutuhan."


Rabu, 17 Juni 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Gelar Groundbreaking Sumur Bor dan Bedah Rumah untuk Masyarakat*


*

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan kegiatan bakti sosial berskala besar untuk membantu masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah peresmian dan peletakan batu pertama (groundbreaking) program bantuan sumur bor yang berlokasi di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa program sumur bor ini dilaksanakan secara serentak di 11 titik di seluruh wilayah jajaran Polda Kalsel. Pemilihan Kecamatan Astambul sebagai lokasi utama didasarkan pada penilaian mendesak terkait ancaman musim kemarau, di mana warga setempat kerap kesulitan mendapatkan air bersih karena belum terjangkau oleh jaringan PDAM.

"Harapan kami, masyarakat yang lokasinya sulit mendapatkan air bersih bisa terpenuhi kebutuhannya melalui sumur bor ini. Selain itu, menjelang Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini diharapkan dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat," ujar Kapolda Kalsel dalam keterangannya kepada media, Rabu (17/6/2026).

Terkait pembiayaan, jenderal bintang dua tersebut mengungkapkan bahwa estimasi anggaran untuk pembuatan setiap titik sumur bor berkisar di angka Rp.60 juta. Meski tidak menetapkan target jumlah tertentu, pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyeleksi lokasi-lokasi potensial lainnya yang membutuhkan bantuan serupa di masa mendatang.

Tak hanya fokus pada penyediaan air bersih, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai program kemanusiaan lainnya. Hingga saat ini, Polda Kalsel tercatat telah menginisiasi program bedah rumah untuk hampir 500 unit rumah tidak layak huni di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyelenggarakan bakti kesehatan, pembagian ribuan paket sembako, serta berbagai perlombaan berbasis kearifan lokal seperti lomba Hadrah, lomba Madihin, hingga kompetisi E-Sport guna merangkul generasi muda.

Semarakan Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Gelar Lomba Tradisional Madihin dan Hadrah*


*

Banjarbaru - Polda Kalimantan Selatan akan menggelar Lomba Madihin dan Hadrah dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang melibatkan peserta dari unsur Polri dan masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Murjani Banjarbaru, Minggu (21/6/2026).

Lomba Madihin akan diikuti 37 peserta yang terdiri dari 15 personel Polri dan 22 peserta dari masyarakat. Sementara Lomba Hadrah diikuti 17 grup, terdiri dari 4 grup dari Polri dan 13 grup dari masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengangkat seni dan budaya khas Kalimantan Selatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, lomba juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan Polri dan masyarakat melalui pelestarian budaya daerah.

Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Pol. Hery Purnomo, S.I.K mengatakan lomba Madihin dan Hadrah dipilih karena merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum bagi Polri untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kesempatan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya daerah yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Penilaian lomba akan dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari unsur akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta tokoh seni budaya Kalimantan Selatan.

Panitia juga menyiapkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan baju sasirangan dan topi laung sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya daerah.

Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 603 undangan yang terdiri dari unsur Forkopimda, Pejabat Utama Polda Kalsel, panitia, peserta, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran masyarakat serta pengunjung Car Free Day di kawasan Lapangan Murjani juga diharapkan turut memeriahkan kegiatan.

Melalui lomba Madihin dan Hadrah ini, Polda Kalsel berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian kearifan lokal di Banua.