Jumat, 16 Oktober 2026

Pererat Silaturahmi, Kapolda dan Wakapolda Kalsel Gelar Jum’at Keliling Serentak di Banjarbaru dan Banjar*


*

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus memperkuat pilar kemitraan dan kemanunggalan antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan "Jum'at Keliling" yang digelar jajaran pimpinan Polda Kalsel di dua lokasi berbeda secara serentak pada Jumat (16/10/2026).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan ibadah Shalat Jumat sekaligus silaturahmi bersama warga di Masjid Agung Al-Munawwarah, Jalan Trikora, Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru. Dalam penjelajahannya tersebut, Kapolda didampingi oleh Irwasda Polda Kalsel beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel.

Di saat yang bersamaan, kegiatan Jum'at Keliling juga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Banjar. Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, S.I.K., hadir menyapa para jamaah di Masjid Bani Al-Ahdal, Jalan Batas Kota, Kecamatan Martapura. Dalam Safari Jumat di Kabupaten Banjar ini, Wakapolda turut didampingi PJU Polda Kalsel serta Kapolres Banjar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, menuturkan kegiatan Jum'at Keliling ini hadir bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan media efektif bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan warga, serta menyampaikan pesan-pesan menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara langsung.

Upaya ini sejalan dengan komitmen kepolisian dalam mengimplementasikan tagline Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yakni "Polisi Bersama Masyarakat".

Melalui ruang dialog informal di lingkungan tempat ibadah ini, Polda Kalsel berharap hubungan harmonis dan keterbukaan antara polisi dan warga dapat terus terjalin erat demi terciptanya kondusivitas wilayah Kalimantan Selatan yang aman dan damai.

Jumat Keliling Serentak, Polres HST Hadir di Tengah Masyarakat untuk Perkuat Kamtibmas


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Quick Wins Kapolri dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Polsek jajaran melaksanakan kegiatan Jumat Keliling secara serentak di sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (16/10/2026) pukul 12.00 WITA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres HST, Kapolsek jajaran, serta personel Polres HST.

Adapun masjid yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Masjid Agung Riyadhusshalihin Barabai, Masjid Asshulaha Barabai, Masjid Al Maksum Bukat, dan Masjid Mandingin. Dan mesjid yang ada di wilayah jajaran Polsek.

Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, jajaran Polres HST dan Polsek jajaran tidak hanya melaksanakan ibadah salat Jumat bersama masyarakat, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta membuka ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi, masukan, maupun keluhan dari para jemaah.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya mempererat silaturahmi, membangun kedekatan emosional, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, diharapkan masyarakat semakin aktif berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, memperkuat silaturahmi, serta mendengarkan secara langsung aspirasi dan permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.


“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga ingin menjalin komunikasi yang baik, mendengarkan aspirasi, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kamtibmas,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi, komunikasi, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang aman, damai, dan kondusif. Polri untuk masyarakat, polisi bersama masyarakat,” tutupnya.

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Batu Benawa Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Batu Benawa Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani pepaya dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Paya Besar Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jum'at 16/10/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik bapa Jali seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman Pepaya di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Batu Benawa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Polda Kalsel Gelar Green Policing di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru, Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat*


*

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata program Green Policing yang digelar di Pasar Galuh Cempaka, Kota Banjarbaru, Jumat (16/10/2026) pagi.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan pasar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. Turut hadir mendampingi dalam aksi sosial ini Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, serta Kapolres Banjarbaru beserta jajaran.

Aksi gotong royong ini menjadi wujud konkret implementasi tagline Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yakni "Polisi Bersama Masyarakat". Sejak pagi hari, personel kepolisian menyisir setiap sudut pasar guna membersihkan sampah serta menata area publik agar lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa pendekatan Green Policing tidak hanya berfokus pada penegakan hukum lingkungan, tetapi juga menekankan edukasi, kepedulian sosial, serta aksi kolaboratif di tengah masyarakat.

"Pasar adalah pusat aktivitas ekonomi warga. Melalui aksi bersih-bersih ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus memberikan dampak positif yang langsung dirasakan," tegasnya.

Selain bersih-bersih lingkungan, Kapolda Kalsel dan jajaran dalam kesempatan itu juga memberikan tali asih berupa sembako kepada masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, Polda Kalsel berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan kemitraan dan kepercayaan antara kepolisian dan warga Banjarbaru.

Polres HST Gelar Kerja Bakti Green Policing di Masjid Agung Riyadhusshalihin Barabai


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Dalam rangka mendukung program Green Policing, Polres Hulu Sungai Tengah melaksanakan kegiatan kerja bakti di Masjid Agung Riyadhusshalihin Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jum'at 16/10/2026 

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, Polres HST berupaya menanamkan budaya hidup bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.
Program Green Policing menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Melalui kegiatan Green Policing ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimulai dari tempat ibadah dan lingkungan sekitar kita. Menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Kapolres.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang asri, sehat, dan nyaman.
Dengan semangat Green Policing, Polres HST berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan lestari.

Sinergi Pemerintah Desa dan Kepolisian Diperkuat untuk Cegah Karhutla di Kalimantan Selatan



Polres Hulu Sungai Tengah, 15 Oktober 2026 – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat dengan mengoptimalkan peran lurah dan kepala desa sebagai garda terdepan dalam mendeteksi kemunculan titik api. Keterlibatan pemerintah desa bersama masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penanganan kebakaran sebelum meluas dan menimbulkan kabut asap.

Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan Optimalisasi Peran Lurah dan Kepala Desa dalam Penanggulangan Karhutla di Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting di Aula Bhayangkara Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (15/10/2026).


Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla. Menurutnya, penanggulangan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Langkah pencegahan, deteksi dini, serta koordinasi lintas sektor harus diperkuat mulai dari tingkat desa agar potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani.


Tantangan penanganan karhutla yang telah berlangsung lebih dari dua bulan turut menjadi perhatian. Sejumlah kendala di lapangan meliputi:

· Luasnya kawasan gambut
· Keterbatasan sumber air
· Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran
· Kelelahan personel yang terus berjibaku memadamkan api

Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, musim kemarau diperkirakan berlanjut hingga minggu ketiga November 2026. Kondisi ini menuntut seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.


Berbagai langkah penanganan juga dikembangkan untuk mendukung efektivitas pemadaman, di antaranya:

· Pemanfaatan kolam bioflok bongkar-pasang sebagai sarana mendekatkan pasokan air ke lokasi kebakaran
· Penggunaan sumur untuk membantu penyuntikan air ke lapisan tanah gambut


Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam arahannya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan serta mengganggu aktivitas masyarakat.

"Karhutla merupakan persoalan serius yang harus kita tangani bersama. Kita tidak ingin kejadian seperti tahun-tahun sebelumnya kembali terulang hingga menimbulkan kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya.

Muhidin berharap lurah dan kepala desa semakin aktif menyosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat, memperkuat koordinasi dengan ketua RT dan RW, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api. Dengan langkah tersebut, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan kebakaran di kawasan gambut harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Pada lokasi tertentu, penyuntikan air ke dalam tanah diperlukan untuk menjangkau titik api di bawah permukaan, sedangkan kawasan lainnya membutuhkan pembasahan permukaan tanah agar api tidak kembali menyala.


Selain itu, pemerintah merencanakan sejumlah langkah strategis, termasuk pembangunan terusan atau takungan air untuk mempermudah pasokan air bagi petugas pemadam kebakaran sekaligus mendukung operasi helikopter water bombing.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup:

· Edukasi masyarakat
· Pemantauan wilayah rawan
· Pelaporan dini
· Kesiapan sumber daya di lapangan

Peran lurah dan kepala desa menjadi sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan kondisi wilayah masing-masing. Melalui koordinasi yang kuat bersama perangkat desa, ketua RT dan RW, serta masyarakat, potensi munculnya titik api diharapkan dapat segera diketahui sehingga penanganan bisa dilakukan tanpa menunggu kebakaran membesar.

Pencegahan juga membutuhkan kesadaran bersama untuk tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga sumber air, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas terkait.

"Seluruh masyarakat kami harap ikut menjaga lingkungan dan menghentikan pembakaran lahan. Upaya pemadaman membutuhkan tenaga, waktu, dan pengorbanan yang besar. Oleh karena itu, pencegahan sejak awal sangat penting untuk keselamatan bersama," demikian pesan Gubernur Kalimantan Selatan.

Melalui penguatan peran pemerintah desa, dukungan kepolisian, serta kerja sama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, upaya pencegahan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan semakin efektif. Sinergi tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mencegah terulangnya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kamis, 15 Oktober 2026

DVI Polda Kalsel Rilis Ke-13 Korban KM Virgo: 4 Jenazah Kembali Teridentifikasi


**

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses identifikasi jenazah korban. Hingga rilis ke-13 yang disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, total sebanyak 81 jenazah telah berhasil teridentifikasi.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Much. Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS. menyampaikan bahwa pada rilis hari ini, terdapat penambahan identifikasi empat jenazah berdasarkan hasil pencocokan DNA primer dan sekunder. Adapun rincian keempat jenazah tersebut meliputi:

- Yontianus Deno (39 tahun), laki-laki asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), teridentifikasi melalui primer DNA, sekunder ciri medis, dan properti.
- Sigit Subiantoro (44 tahun), laki-laki asal Barito, Kuala, Kalimantan Selatan, teridentifikasi melalui primer DNA, sekunder ciri medis, dan properti.
- Nanang Miftah (46 tahun), laki-laki asal Lamongan, Jawa Timur, teridentifikasi melalui primer DNA, sekunder ciri medis, serta lokasi penemuan.
- Andris Cahyono (41 tahun), laki-laki asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, teridentifikasi melalui primer DNA, sekunder ciri medis, dan properti.

Dengan penambahan ini, dari total 243 korban, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 82 orang meninggal dunia, 81 orang telah teridentifikasi, dan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengimbau kepada pihak keluarga yang merasa belum menerima informasi atau mendapati ketidaksesuaian data korban agar segera melapor dan berkoordinasi langsung dengan posko DVI setempat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.