Senin, 31 Agustus 2026

Polda Kalsel Uji Coba Cairan Pemadam Berbahan Minyak Nabati untuk Atasi Karhutla*


*
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus berinovasi dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jajaran Polda Kalsel melakukan uji coba pemadaman api menggunakan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati (Methyl Ester Sulfonate / MES) yang disuntikkan langsung ke dalam tanah lahan gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., pada Minggu (30/8/2026) sore di Guntung Damar, Banjarbaru, menyampaikan bahwa eksperimen ini memanfaatkan kolam bioflok yang diisi dengan cairan hasil pengembangan laboratorium. Metode penyuntikan air dan cairan khusus ini efektif menurunkan suhu tanah serta memadamkan titik api dan asap di bawah permukaan gambut .

Beliau menjelaskan mekanisme pemadaman dan efektivitas dengan menggunakan bahan baku berupa cairan pemadam yang dikembangkan dari bahan dasar minyak nabati (MES) yang diteliti oleh Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Metode ini bekerja dengan cara memutus pasokan oksigen pada material mudah terbakar di bawah permukaan tanah gambut.

Bara api yang ada di dalam lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru. Api yang sudah dipadamkan di permukaan masih menyisakan bara panas dan kembali muncul dari dalam tanah. 

Sementara untuk pemadaman permukaan, penggunaan lapisan busa juga diterapkan dengan prinsip serupa. Hasilnya, dalam hitungan detik setelah penyuntikan, suhu area gambut yang membara langsung dingin dan hembusan asap berhasil dihentikan.

Persoalan lainnya adalah jarak sumber air dengan lokasi titik api. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan cara berbeda. Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan kemudian menerapkan dua metode untuk membantu mempercepat pemadaman, yakni pipa suntik yang diarahkan ke dalam gambut dan kolam bioflok sebagai penampungan air di dekat lokasi kebakaran.

Pihak Polda Kalsel saat ini sedang melakukan pemetaan wilayah dan perhitungan kebutuhan volume cairan serta air yang diperlukan untuk pemadaman skala luas, khususnya di area rawan seperti kawasan Gunung Damar dan Desa Pengayuan. Evaluasi dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

Minggu, 30 Agustus 2026

Polres HST Bersama TNI dan Instansi Terkait Amankan Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Barabai


Polres Hulu Sungai Tengah, Polda Kalimantan Selatan – Polres Hulu Sungai Tengah bersama Kodim 1002/HST, Satpol PP Kabupaten HST, Dinas Perhubungan HST, serta tim relawan melaksanakan pengamanan kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu (30/8/2026).
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres HST Kompol Antoni Silalahi, S.H., M.M. dengan melibatkan 75 personel Polres HST yang bersinergi bersama personel Kodim 1002/HST, Satpol PP, Dishub, dan tim relawan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah Dr. Habib Hanif bin Abdurahman Al Athos, Lc., M.Pd. yang menyampaikan tausiyah kepada ribuan jamaah yang memadati Lapangan Dwi Warna Barabai dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

Selama kegiatan berlangsung, personel gabungan melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan di sekitar lokasi acara, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat agar jamaah dapat mengikuti kegiatan ibadah dengan aman dan nyaman.
Kehadiran personel gabungan ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa “Polres Hulu Sungai Tengah berkomitmen memberikan pengamanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui sinergi bersama Kodim 1002/HST, Satpol PP, Dishub, dan para relawan, kami memastikan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.”

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jamaah yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta semakin memperkuat persatuan dan kerukunan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.”









Kapolri Ajak Garda Satya NKRI Jadi Relawan Penanggulangan Bencana*


*

Solo – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak keluarga besar Garda Satya NKRI untuk mengambil peran positif sebagai relawan dalam membantu penanggulangan bencana di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI bertema “Bersama Umat Membangun Indonesia” di Solo, Minggu (30/8/2026).

Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.

Kapolri mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Kondisi geografis Indonesia membuat sejumlah wilayah berpotensi menghadapi gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.

Kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan dan keterlibatan berbagai elemen untuk bersama-sama membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Karena itu, Kapolri mengajak keluarga besar Garda Satya NKRI untuk hadir sebagai salah satu elemen dalam upaya penanggulangan bencana. Peran tersebut dapat menjadi bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

Dengan semangat, kedisiplinan, keberanian, dan kekompakan yang dimiliki, Garda Satya NKRI diharapkan dapat ikut membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Keterlibatan tersebut juga sejalan dengan semangat Garda Satya NKRI untuk mengambil peran positif dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolri menilai kehadiran Garda Satya NKRI dalam penanggulangan bencana akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain membantu masyarakat terdampak, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Melalui peran tersebut, keluarga besar Garda Satya NKRI diharapkan semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan serta memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Semangat itu juga sejalan dengan tema “Bersama Umat Membangun Indonesia”, bahwa menjaga dan membangun Indonesia membutuhkan kebersamaan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Kapolri berharap Garda Satya NKRI terus berkembang menjadi wadah yang membawa manfaat dan pengabdian bagi masyarakat serta mengambil berbagai peran positif untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Batara Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Batara Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani jagung dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Awang Kecamatan Batara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu 30/8/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Amat seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman Jagung di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Batara di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Sabtu, 29 Agustus 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek BAS Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek BAS Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani Kol dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Birayang Kecamatan BAS Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu 29/8/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik Bapak Jaini seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman Kol di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek BAS di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.





Gerak Cepat Tangani Karhutla, Bupati HST, Kapolres dan Dandim Turun Langsung Padamkan Api di Desa Sungai Buluh



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kapolres HST dan Dandim 1002/HST turun langsung melakukan pemadaman api di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten HST, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan pemadaman tersebut dilakukan setelah adanya kebakaran pada lahan rawa yang berada di samping jalan utama Desa Sungai Buluh. Kondisi lahan yang mudah terbakar serta cuaca panas dan kering menjadi perhatian bersama agar api tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Dalam penanganan tersebut, Forkopimda HST bersama BPBD, Manggala Agni, tim relawan serta warga sekitar bahu-membahu melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Bupati HST, Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. dan Dandim 1002/HST tidak hanya memberikan arahan, namun turut turun langsung bersama personel dan relawan dalam upaya memadamkan api.
Sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam percepatan penanganan Karhutla, khususnya di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya aparat dan pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda, BPBD, Manggala Agni, para relawan dan masyarakat turun langsung untuk memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat serta lingkungan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan apabila menemukan titik api segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.

Dengan sinergi dan respons cepat seluruh unsur terkait, diharapkan setiap kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten HST dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Pastikan Kesiapsiagaan Karhutla, Pemkab HST Gelar Apel dan Uji Coba Peralatan Penanggulangan Bencana


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Dalam rangka mengantisipasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bersama TNI-Polri dan instansi terkait melaksanakan Apel Kesiapsiagaan sekaligus Uji Coba Peralatan Penanggulangan Bencana Karhutla, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 Wita hingga 17.00 Wita tersebut dilaksanakan di Lapangan Dwi Warna Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan dipimpin langsung oleh Bupati HST Samsul Rizal.

Apel kesiapsiagaan tersebut turut dihadiri Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., Dandim 1002 HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, S.I.P., Kasatpol PP HST, Kepala BPBD HST, serta personel Polres HST, TNI, BPBD, Damkar dan Satpol PP.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pengecekan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam penanggulangan Karhutla. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap berbagai peralatan pemadaman serta perlengkapan pendukung guna memastikan seluruhnya dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Kegiatan juga diisi dengan penyampaian arahan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten HST.

Sinergitas dan koordinasi antarinstansi juga menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Dengan kesiapan personel dan peralatan yang memadai serta koordinasi yang baik, diharapkan setiap kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga tidak meluas.

Selain kesiapan menghadapi kejadian kebakaran, personel gabungan juga diarahkan untuk terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan sinergitas antarinstansi merupakan kunci dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan personel maupun sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla benar-benar siap digunakan. Kami bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Satpol PP dan seluruh stakeholder terkait akan terus memperkuat sinergitas serta meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi Karhutla,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten HST untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” pungkasnya.