Selasa, 24 Februari 2026

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi


*
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers pada Selasa (24/2/2026) siang terkait pengungkapan kasus besar peredaran gelap narkotika. Dari tangan seorang kurir, polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 29.944,33 gram (29,9 Kg) dan 15.056 butir pil ekstasi dengan berat bersih 5.767,47 gram.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kasus ini merupakan pengungkapan besar diawal Ramadhan ini.

"Kasus ini merupakan jaringan antarprovinsi yang menghubungkan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), dan diduga kuat terafiliasi dengan jaringan internasional yang dikendalikan oleh seorang bandar berinisial FP alias M," pungkas Kapolda Kalsel.

Tersangka yang diamankan berinisial IW (32), seorang pria yang memiliki dua alamat tinggal, yaitu di KP. Pasir Rancajatake, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten; serta di Jalan Maduhara, Komplek Graha Maduhara, Kelurahan Kereng Bangkurai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya, Kalteng.

Dijelaskan oleh Kapolda Kalsel, Penangkapan bermula pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 02.15 Wita. Petugas Ditresnarkoba Polda Kalsel mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa IW kerap melakukan transaksi dan mengantar narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Berdasarkan informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan dan menganalisis data-data scientific untuk melacak keberadaan IW. Setelah berhasil memastikan posisi target, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan di lokasi yang telah ditentukan.

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti yang disembunyikan dalam sebuah tas ransel berwarna orange yang dibawa oleh IW. Dari dalam tas tersebut, ditemukan 30 paket sabu dan 3 paket besar berisi ribuan butir ekstasi. IW beserta barang bukti kemudian digelandang ke Mapolda Kalsel untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap modus yang digunakan untuk mengelabui petugas. Sabu-sabu tersebut dikemas secara rapi dalam kemasan berwarna gold dengan logo harimau. Sementara itu, ribuan butir ekstasi dikemas dalam kemasan besar berwarna putih. Seluruh barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam ransel warna orange yang dibawa tersangka.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas bulan suci Ramadhan agar tetap kondusif dengan cara menambah amal ibadah serta menghindari perbuatan yang tidak baik seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, dan tawuran.

"Mari kita bersama-sama memerangi narkoba, dengan memberikan kepolisian informasi peredaran-peredaran narkoba yang ada di Kalimantan Selatan sehingga kita dapat memberantas dan menangkap pelaku narkoba demi masa depan generasi pemuda kita dan meningkatkan kesejahteraan Banua kita tercinta," imbau Kapolda Kalsel.

Sementara itu Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, S.I.K., M.M. menambahkan bahwa keberhasilan ini menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Dari jumlah barang bukti yang diamankan, diperkirakan sebanyak 164.777 jiwa berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.

"Jika barang bukti ini sampai beredar di masyarakat, dampaknya akan sangat luar biasa. Tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan ribuan anak bangsa," ujar Dirresnarkoba.

Selain menyelamatkan jiwa, pengungkapan ini juga menghemat potensi biaya rehabilitasi yang harus ditanggung negara maupun masyarakat. Apabila para penyalahguna ini harus direhabilitasi, diperlukan biaya sebesar Rp.823.885.000.000,- (Delapan ratus dua puluh tiga miliar lebih rupiah).

Adapun nilai barang bukti yang disita jika diuangkan mencapai Rp.68.955.794.000,- (Enam puluh delapan miliar lebih rupiah).

Tersangka IW kini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU RI Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polda Kalsel berkomitmen untuk terus memburu dan membongkar jaringan narkotika di wilayah hukumnya, serta mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi guna memberantas peredaran gelap narkoba.

Kapolda Kalsel Ajak Mahasiswa Jaga Kondusivitas Melalui Buka Puasa Bersama OKP Cipayung Plus Kalsel


*
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menggelar acara buka puasa bersama dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Intelkam Polda Kalsel dipimpin Dir Intelkam Polda Kalsel Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo, S.I.K., M.H. ini berlangsung di Kalimantan Ballroom, Hotel Rattan Inn Banjarmasin, pada Senin (23/2/2026) yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog konstruktif antara pihak kepolisian dan generasi muda.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam sambutannya Kapolda Kalsel menekankan peran strategis mahasiswa dalam pembangunan bangsa serta pentingnya sinergi dengan Polri.

Kapolda mengapresiasi peran vital mahasiswa dalam setiap momentum perubahan sejarah bangsa. Menurutnya, generasi muda, terutama mahasiswa, memiliki energi besar berupa idealisme, keberanian, dan daya kritis yang mampu mendorong perbaikan dalam kehidupan bernegara.

“Kritik yang membangun harus dilandasi oleh keilmuan, data akurat, analisis objektif, dan argumentasi kuat. Bukan sekadar reaksi, tetapi kontribusi yang bermakna bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Menyikapi hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Unjuk rasa atau demonstrasi yang dijamin Undang-Undang harus dilakukan dengan menaati aturan, prosedur, dan etika yang berlaku.

“Beraspirasi boleh, bahkan harus. Namun, lakukan dengan tegas dan tertib, keras namun santun. Tujuannya adalah perbaikan, bukan kekacauan,” pesan Kapolda Kalsel.

Kapolda menegaskan bahwa Polri memandang mahasiswa sebagai mitra strategis, bukan pihak yang berseberangan, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Beliau menjelaskan bahwa personel Polri hadir untuk menjamin keamanan aksi dan siap memfasilitasi audiensi agar aspirasi mahasiswa sampai kepada pengambil kebijakan.

“Koordinasi yang baik sangat krusial untuk meminimalisir potensi gesekan. Komunikasi adalah kunci agar dinamika di lapangan tetap kondusif,” imbuhnya.

Di hadapan para mahasiswa, Kapolda menyampaikan komitmen Polri untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang lebih humanis. Ia mengajak mahasiswa untuk selalu mengedepankan dialog dan “kepala dingin” dalam membahas setiap persoalan atau perbedaan.

“Fokus utama kita bersama adalah menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, damai, dan harmonis. Silaturahmi seperti ini harus terus kita rawat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kalsel juga memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang berperan aktif membantu jamaah dalam perhelatan Haul Abah Guru Sekumpul. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat. Selain itu, secara simbolis diserahkan pula tali asih kepada perwakilan panti asuhan sebagai wujud kepedulian sosial Polri terhadap sesama.

Acara buka puasa bersama ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, ditandai dengan diskusi interaktif antara Kapolda dan para mahasiswa. Diharapkan sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kalsel yang aman, damai, dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Kalsel dan Guru Besar UIN Banjarmasin Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari, AZ, MA., Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Para Ketua OKP Cipayung Plus Provinsi Kalsel, Ketua IMM Kalsel, Ketua Presidium PMKRI Banjarmasin, Ketua HIKMAHBUDHI, Ketua GMNI, Ketua KMHDI, Ketua GMKI, Ketua KAMMI, Mahasiswa Politeknik Unggulan Kalimantan Banjarmasin dan Mahasiswa Universitas Sari Mulia Banjarmasin.

Senin, 23 Februari 2026

Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan, Satgas Pangan Polres HST Sidak Pasar Agrobisnis Barabai




Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama bulan suci Ramadan, Satgasda Pangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya Satgas Pangan Polres Hulu Sungai Tengah, melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian harga, keamanan, serta mutu pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (23/2/2026).

Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilaksanakan di Pasar Keramat Barabai atau Pasar Agrobisnis Barabai. Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman serta harga komoditas utama sesuai dengan ketentuan dan harga acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas bahan pokok, di antaranya beras, gula, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, petugas juga berdialog dengan para pedagang untuk memperoleh informasi terkait harga jual, stok, dan kelancaran distribusi barang.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok di Pasar Agrobisnis Barabai secara umum terpantau stabil dan masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan, beberapa komoditas strategis seperti beras medium, telur ayam, dan bawang merah diketahui dijual di bawah harga acuan pemerintah, sehingga dinilai cukup aman bagi daya beli masyarakat.

Satgasda Pangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sidak dan pengawasan secara berkala. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat, khususnya di momen meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si menegaskan bahwa pengawasan pangan merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan pengawasan dan sidak pangan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, ketersediaan pangan aman, serta tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, agar masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau

Kapolda Kalsel Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Ramadhan 1447 H


*
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Siskamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Apel Polda Kalsel, Kota Banjarbaru, Senin (23/2/2026) pagi.

Apel yang digelar tersebut diikuti oleh personel gabungan dari TNI, Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Kalsel. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif selama umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel bahwa apel ini merupakan langkah antisipatif dini. "Apel Kesiapsiagaan ini digelar untuk menjaga situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadhan, sehingga pelaksanaan ibadah di Kalimantan Selatan ini dapat berjalan khusyuk dan tertib," ujarnya.

Dalam arahannya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan bahwa Ramadhan tahun ini, pihaknya mencatat sejumlah kejadian yang menjadi perhatian serius. Beberapa di antaranya adalah keberhasilan pengungkapan 30 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, penangkapan pelaku tawuran, serta laporan adanya tiga korban jiwa akibat balapan liar yang terjadi selama bulan puasa.

"Untuk itu, perlu dilaksanakan Apel Kesiapsiagaan bersama guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kalimantan Selatan," tegas Kapolda di hadapan para peserta apel.

Orang nomor satu di Polda Kalsel ini juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Ia berharap selama bulan penuh berkah ini, tidak terjadi lagi gangguan keamanan yang menonjol.

"Mari kita bersama menjaga situasi kamtibmas yang ada di Banua tercinta. Jaga ketertiban agar ibadah kita semua tetap khusyuk," pinta Kapolda.

Lebih lanjut, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyambut baik kehadiran para tokoh agama dalam apel tersebut. Ia menilai peran para ulama dan umara sangat strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Kalimantan Selatan adalah wilayah yang religius. Dengan hadirnya para tokoh agama, kami berharap mereka dapat berperan serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas bersama TNI, Polri, dan ASN. Kepada para Umara, kami harap dapat terus memberikan himbauan kepada masyarakat," harapnya.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi simbol komitmen aparat keamanan di Kalimantan Selatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Jumat, 20 Februari 2026

Wujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045, Kapolda Kalsel Gelar FGD Akselerasi Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung*


*

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung jalannya Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung Kalsel Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh puluhan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Tanah Laut serta Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut.

FGD ini digelar di tengah kondisi darurat ketahanan pangan di tingkat provinsi. Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi jagung Kalimantan Selatan saat ini baru mencapai 130.000 ton per tahun, sementara kebutuhan riil masyarakat dan industri mencapai 325.000 ton per tahun. Artinya, Kalsel masih mengalami defisit hingga 195.000 ton.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel mengajak untuk bergerak cepat menutup defisit dengan optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas. Terlebih Tanah Laut memiliki modal besar untuk menjadi lumbung jagung Kalsel.

Menurut Kapolda Kalsel, Kabupaten Tanah Laut dinilai memiliki prospek strategis. Dengan luas wilayah mencapai 3.631,35 km² yang didominasi dataran rendah, daerah ini telah menjalin kerjasama dengan PT Inhutani I. Dari total lahan yang disiapkan seluas 3.700 hektare, sebanyak 700 hektare dinyatakan siap garap pada tahap awal. Potensi ini menjadi fondasi utama untuk menjadikan Bumi Tuntung Pandang sebagai episentrum jagung baru di Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa peran Kepolisian tidak hanya sebatas pengawas, tetapi sebagai penggerak dan fasilitator ekosistem pertanian dari hulu ke hilir. Polda Kalsel berkomitmen untuk:

1. Menjamin distribusi pupuk subsidi tepat sasaran.
2. Menjaga stabilitas harga melalui Satgas Pangan.
3. Memfasilitasi kolaborasi dengan offtaker.
4. Memberikan kepastian hukum terkait harga berbasis kualitas.
5. Mendorong kesejahteraan petani.

FGD ini juga menyepakati sejumlah langkah taktis terintegrasi agar petani tidak berjalan sendiri:

- Masa Tanam: Penyediaan alat berat, sarana produksi, serta bantuan bibit unggul Bisi-18 secara gratis. Pengawalan ketat juga dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi tersedia.
- Pra Panen: Pengerahan 4 unit Corn Combine (alat panen jagung) untuk efisiensi biaya panen petani.
- Pasca Panen: Adanya kepastian pembelian jagung dengan harga menguntungkan, serta fasilitasi pengeringan dan penyimpanan di gudang.
- Off Taker: Penjualan terintegrasi dengan offtaker untuk mempercepat swasembada pangan.

Sebagai strategi keberlanjutan program, Polda Kalsel juga menyiapkan skema reward atau penghargaan khusus bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Bhabinkamtibmas berprestasi yang mampu mendongkrak produktivitas di lapangan. Pendekatan kolaboratif berbasis kinerja ini diyakini akan menciptakan efek domino positif bagi peningkatan hasil panen.

Dengan sinergi antara penyuluh pertanian yang menguasai aspek teknis dan Bhabinkamtibmas yang menguasai aspek keamanan dan pembinaan masyarakat, Kapolda optimistis target akselerasi dapat tercapai.

"Kabupaten Tanah Laut kita proyeksikan sebagai sentra jagung Kalimantan Selatan. Model kolaborasi ini adalah wujud nyata dukungan kepolisian terhadap swasembada pangan nasional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045," tutup Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Quick Respon Polres HST Tangani Kasus Pencurian Sepeda Motor di Pasar Baru Barabai


Polres Hulu Sungai Tengah (HST) Polda Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Melalui Piket Pamapta bersama piket fungsi, Polres HST langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagai bentuk quick respon atas laporan masyarakat terkait tindak pidana pencurian sepeda motor.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, di Pasar Baru Barabai, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Begitu menerima informasi, personel Pamapta beserta piket fungsi segera bergerak menuju lokasi guna melakukan pengamanan awal, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan situasi tetap kondusif.

Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah untuk proses penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kehadiran cepat petugas di lapangan mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena mampu memberikan rasa aman dan kepastian penanganan.


Kapolres HST Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut merupakan wujud komitmen Polres HST dalam melayani dan melindungi masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat akan kami respon dengan cepat dan profesional. Kehadiran personel di TKP merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan rasa aman serta memastikan setiap kejadian ditangani sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kriminal,” tegas Kapolres.

Polres HST terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kapolri Perintahkan Divpropam, Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri menjaga Integritas


Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia melaksanakan tes urine secara serentak. Perintah tersebut dikeluarkan menyusul masih ditemukannya anggota Polri yang terlibat kasus narkoba.

Perintah pelaksanaan tes urine serentak itu disampaikan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan, langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh personel Polri bersih dari penyalahgunaan narkotika untuk menjaga Integritas.

“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang akan kami laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Polri secara serentak,” kata Trunoyudo.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan Kapolri dalam memastikan pemberantasan narkoba di internal Polri berjalan optimal, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional.

Trunoyudho menjelaskan, pelaksanaan tes urine akan melibatkan fungsi pengawasan berlapis, baik internal maupun eksternal kepolisian, mulai tingkat Mabes Polri hingga polda dan satuan kewilayahan.

“Pemeriksaan urine tersebut akan melibatkan fungsi pengawas, baik internal maupun eksternal kepolisian, dari level Mabes Polri sampai polda dan jajaran untuk menjaga Integritas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba yang dinilai sebagai kejahatan luar biasa dan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai salah satu kejahatan luar biasa yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia,” tegas Trunoyudo.

Tes urine serentak ini menjadi bagian dari langkah pengawasan dan pencegahan internal Polri untuk menjaga integritas anggota sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.