Selasa, 27 Oktober 2026

Dukung Swasembada Pangan, Polsek LAU Melaksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek LAU Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani jagung dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Tabat Kecamatan LAU Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa 27/10/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik bapa Ali seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman jagung di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek LAU di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.




Dua Kali Sepekan, Kapolres HST Bangun Soliditas Personel Lewat Mini Soccer.



Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan - Menjaga kebugaran tubuh sekaligus memperkuat soliditas dan kebersamaan menjadi perhatian Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan, AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan olahraga bersama berupa permainan mini soccer yang digelar di Lapangan Mini Soccer Walangsi, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolres HST, WAKA POLRES Hulu Sungai Tengah KOMPOL ANTONI SILALAHI.,S.H.,M.M bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres HST, jajaran kapolsek, serta personel Polres dan polsek di wilayah hukum Polres HST.

Olahraga bersama ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis, mulai pukul 18.00 WITA.

Selain menjadi sarana menjaga kondisi fisik agar tetap prima, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meningkatkan kekompakan antarpersonel di lingkungan Polres HST.

Suasana penuh semangat dan keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut. Para personel berbaur di lapangan tanpa memandang jabatan, sehingga tercipta kebersamaan yang diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon menyampaikan bahwa olahraga bersama melalui mini soccer menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran personel sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Menurutnya, kondisi fisik yang prima merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, diharapkan seluruh personel tetap sehat, bugar, dan memiliki semangat kerja yang tinggi.

Kebersamaan yang terbangun di luar pelaksanaan tugas juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama, koordinasi, dan kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas, Polres Hulu Sungai Tengah tidak hanya berupaya menjaga kesehatan anggotanya, tetapi juga menumbuhkan soliditas internal demi mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan optimal dalam melayani masyarakat.

Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Kebencanaan, Polda Kalsel, Pemprov Kalsel, dan Perguruan Tinggi Bentuk Forum Rektor serta Crisis Center*


*
Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dan jajaran Forkopimda, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Selatan menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi strategis, pada Senin (26/10/2026) siang di Banjarmasin.

Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, pencegahan gangguan kamtibmas, hingga isu ketenagakerjaan di Banua.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam kesempatan itu Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. mengapresiasi kolaborasi lintas elemen. Pihaknya berharap keterlibatan aktif akademisi dapat memberikan masukan dan rekomendasi berbasis sains dalam upaya mitigasi karhutla maupun penanganan bencana alam lainnya.

"Saat ini Pemprov, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, UPTD, hingga para relawan terus bekerja keras memadamkan api dan melakukan berbagai inovasi penanganan di lapangan. Masukan dari perguruan tinggi, seperti rencana restorasi lahan gambut dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sangat berharga untuk penanganan dan pencegahan jangka panjang di Kalimantan Selatan," tegas Kapolda.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan bahwa salah satu poin penting hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Forum Rektor dan Crisis Center bersama. Langkah ini diambil untuk menyatukan komunikasi, memperkuat publikasi kinerja, serta memastikan penyampaian informasi dan solusi kebencanaan dapat tersampaikan secara efektif hingga ke tingkat dosen dan mahasiswa.

"Hari ini kami memfasilitasi pertemuan antara Forkopimda dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kita sepakat membentuk semacam Forum Rektor dan Crisis Center agar informasi dan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan dapat tersampaikan dengan jelas. Perguruan tinggi nantinya dapat menyebarluaskan informasi ini kepada para dosen dan mahasiswa," ujar Gubernur Kalsel.

Selain masalah bencana, Gubernur Kalsel juga menanggapi isu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melanda sektor pertambangan. Menurutnya, kendala pasokan BBM serta permasalahan dokumen RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) sempat membuat operasional tambang terhenti sehingga pekerja dirumahkan. Namun, seiring diterbitkannya RKAB, sektor pertambangan diharapkan dapat segera bangkit dan beroperasi normal kembali.

Sementara itu, perwakilan dari pihak perguruan tinggi menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat guna membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai musibah.

"Perguruan tinggi tidak akan tinggal diam dan selalu siap membersamai pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat. Melalui Forum Rektor ini, peran Tri Dharma akan kita optimalkan secara lebih masif dan terstruktur, baik dalam hal penelitian penanganan bencana maupun aksi pengabdian di lapangan," ungkapnya.

Senin, 26 Oktober 2026

Polres HST Bidik Tujuh Pelanggaran Berbahaya, Operasi Patuh Intan Digelar 26 Oktober


Polres Hulu Sungai Tengah (HST) Polda Kalimantan Selatan - Polres HST menargetkan penurunan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui Operasi Patuh Intan 2026 dengan menyasar tujuh jenis pelanggaran yang berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Apel gelar pasukan dilaksanakan di Lapangan Apel Polres HST, Senin (26/10/2026), dipimpin Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon dan dihadiri unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya.

Operasi Patuh Intan 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Apel tersebut menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel, sarana prasarana, dan koordinasi lintas instansi untuk mendukung pelaksanaan operasi secara optimal.

Dalam kegiatan itu, Kapolres HST membacakan amanat Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan yang menekankan pentingnya meningkatkan disiplin masyarakat, menekan angka kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Tujuh pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran operasi meliputi penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm berstandar SNI atau sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.

Kapolres HST menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi kebutuhan setiap pengguna jalan, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi petugas. “Mari jadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Tertib berlalu lintas adalah cermin budaya dan kepribadian bangsa,” tegas Jupri.

Dalam pelaksanaannya, personel diminta mengedepankan edukasi, sosialisasi, dan pendekatan humanis tanpa mengesampingkan penegakan hukum. Penindakan juga diarahkan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile, sesuai ketentuan dan ketersediaan sarana, serta didukung teguran simpatik untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat.

Pengawasan akan difokuskan pada titik rawan pelanggaran, kawasan rawan kecelakaan, lingkungan sekolah, pusat aktivitas masyarakat, serta ruas jalan dengan mobilitas kendaraan tinggi. Penempatan personel di lokasi tersebut diharapkan dapat mencegah perilaku berkendara berbahaya dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan mencatat, jumlah kecelakaan lalu lintas turun dari 947 kasus pada 2024 menjadi 871 kasus pada 2025. Korban meninggal dunia juga menurun dari 389 menjadi 267 orang, sedangkan korban luka berat meningkat dari 132 menjadi 139 orang.

Peningkatan korban luka berat tersebut menunjukkan bahwa upaya keselamatan masih perlu diperkuat. Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan helm SNI dan sabuk pengaman, pengendalian kecepatan, serta larangan menggunakan telepon seluler saat mengemudi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan cedera serius.

Selain itu, personel diminta mewaspadai dampak kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kabut asap. Berkurangnya jarak pandang dan terganggunya konsentrasi pengemudi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada ruas jalan yang terdampak asap. “Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” demikian penekanan dalam amanat Kapolda Kalsel yang dibacakan Kapolres HST.

Melalui Operasi Patuh Intan 2026, Polres HST mengajak masyarakat mematuhi peraturan, melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghormati sesama pengguna jalan. Keberhasilan operasi diharapkan tidak hanya terlihat dari jumlah penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat, menurunnya angka kecelakaan, dan berkurangnya korban di jalan raya.

Kapolres HST Perkuat Karakter Pelajar MAN 1 Barabai, Tekankan Bahaya Narkoba , Judi Online dan Bullying


Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan - Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST) AKBP Jupri JHP Tampubolon mengingatkan pelajar MAN 1 HST agar menjauhi narkoba, mencegah perundungan, dan membangun disiplin sebagai bekal meraih masa depan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pembinaan di MAN 1 HST, Senin (26/10/2026) pagi, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Kapolri, Polri Peduli Pendidikan. Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar serta disambut kepala sekolah dan dewan guru.

Dalam pembinaan itu, Kapolres menyoroti berbagai persoalan yang berpotensi menghambat perkembangan generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, Judi online , kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga perilaku negatif di ruang digital. Para siswa diajak memahami pentingnya menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

“Adik-adik adalah masa depan bangsa. Jauhi narkoba, gunakan media sosial dengan bijak, hormati guru dan orang tua, serta teruslah belajar untuk menggapai cita-cita,” pesan AKBP Jupri JHP Tampubolon.

Menurut Kapolres, narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan pelajar karena dapat merusak kesehatan, mengganggu proses pendidikan, dan menutup kesempatan untuk meraih cita-cita. Karena itu, siswa perlu memiliki pendirian kuat agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut. Pelajar diimbau tidak sembarangan menyebarkan informasi, menghindari provokasi, serta tidak menjadikan platform digital sebagai sarana menghina, mengancam, atau mempermalukan orang lain.

Kapolres turut menegaskan pentingnya mencegah bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan yang dianggap sebagai candaan sekalipun dapat melukai perasaan korban dan mengganggu kenyamanan belajar. Karena itu, siswa diharapkan saling menghormati, membangun solidaritas, dan berani melaporkan perundungan kepada pihak sekolah.

“Jadikan sekolah sebagai tempat yang aman untuk belajar dan berkembang. Jangan merendahkan teman, jangan mudah terprovokasi, dan berani menolak tindakan yang salah. Sikap disiplin dan kepedulian harus dimulai dari diri sendiri,” tegas Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diingatkan agar mematuhi aturan lalu lintas. Kesadaran berkendara secara tertib, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak melakukan tindakan berbahaya di jalan merupakan bagian penting dari tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres juga mendorong siswa agar memanfaatkan masa pendidikan untuk mengembangkan kemampuan, memperkuat karakter, dan merencanakan masa depan. Prestasi akademik, kedisiplinan, serta sikap menghormati orang lain dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kepala MAN 1 HST bersama dewan guru menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan diharapkan memperkuat pemahaman siswa mengenai hukum, keselamatan, dan pentingnya menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Antusiasme ratusan pelajar dalam mengikuti kegiatan itu menunjukkan pentingnya pembinaan yang melibatkan sekolah dan kepolisian. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut melalui pengawasan, komunikasi, dan pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Program Polri Peduli Pendidikan, Polres HST mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba maupun perundungan. Pembinaan ini sekaligus menjadi upaya menanamkan kesadaran hukum sejak dini agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, dan membanggakan keluarga serta daerah.

Polda Kalsel Terima 100 Personel BKO untuk Perkuat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan*


*
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menerima sebanyak 100 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda Bali. Pengerahan tambahan pasukan ini dilakukan atas perintah langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. guna memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. setelah memimpin apel gelar pasukan, Senin (26/10/2026) pagi. Dari total 100 personel BKO yang dikerahkan, satuan tersebut akan dibagi dan ditempatkan ke sejumlah wilayah strategis yang menjadi titik prioritas penanganan.

Adapun penempatan personel BKO tersebut meliputi 1 peleton ditugaskan di wilayah Batola, 1 peleton disiagakan di Polresta Banjarmasin, dan 1 peleton ditempatkan di jajaran Polda Kalsel.

Dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan, para personel BKO ini nantinya juga akan didampingi oleh unsur dari Satuan Brimob Polda Kalsel. Selain menyiagakan personel, pihak kepolisian turut melengkapi pasukan dengan perangkat Alat Pelindung Diri (APD) serta dukungan vitamin. Langkah ini dinilai krusial mengingat risiko tinggi di lapangan, terutama bagi para personel yang berada di garis depan pemadaman.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan berharap kehadiran tambahan kekuatan ini dapat memperlancar serta memaksimalkan operasional pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan. Di samping itu, para personel yang bertugas juga diingatkan untuk senantiasa menjaga disiplin, nama baik institusi, serta memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Pandawan Laksanakan Pendampingan Kepada Petani Warga Binaannya

Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, anggota Polsek Pandawan Polres HST melaksanakan pendampingan kepada petani jagung dalam pemanfaatan pekarangan dan lahan warga di Desa Kambat  Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin 26/10/2026

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada lahan milik bapa Rahman seluas 6 borongan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman jagung di area perkebunannya. Kehadiran anggota Polsek Pandawan di tengah masyarakat menjadi wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Selain memberikan pendampingan, anggota Polsek juga turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi pangan lokal.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan anggotanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program swasembada pangan ini membutuhkan peran aktif dari semua pihak, baik petani, instansi terkait maupun aparat kepolisian. Kami siap memberikan dukungan serta koordinasi agar program ini dapat berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Polres HST bersama jajaran Polsek dan instansi terkait siap bersinergi untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga maupun daerah.